Sabtu, 19 Januari 2013

Sejarah - Peradaban Kuno di Lembah Sungai Eufrat dan Tigris

    Peradaban Kuno di Lembah Sungai Eufrat dan Tigris
 
Mesopotamia sebagai pusat peradaban di sungai Eufrat dan Tigris
1.      Kondisi Geografis
Mesopotamia mempunyai arti “Tanah di dua sungai”.  Berasal dari kata mesos (tengah) dan potamos (sungai). Saat ini disebut dengan Irak. Tanahnya sangat subur. Kesuburan tanahnya berasal dari lumpur endapan yang dihasilkan oleh banjir dari kedua sungai Eufrat dan Tigris yang bermuara di Teluk Persia.
Iklimnya panas dan kering tidak ada mineral dan juga hampir tidak ada batu atau kayu yang dapat digunakan sebagai bahan bangunan, tanahnya gersang dan tandus.
           
Peradaban dimesopotamia meliputi Sumeria, Babilonia, dan Persia :
a.      Sumeria
1) Sistem pemerintahan
  Pusat kekuasaan bangsa Sumeria terdapat di kota Lagas atau Ur (uruk).  Kekuasaan tertinggi dipegang oleh seorang raja yang disebut  patesi.
  Patesi yang tertua adalah Aannipada.
  Selanjutnya diganti oleh patesi Urnina  yang menyuruh menggali saluran-saluran air untuk pertanian. Ia juga mendirikan bangunan-bangunan besar berbentuk kuil yang disebut zigurat sebagai tempat pemujaan dewa.
  Patesi yang terkenal adalah patesi Urukagina yang pertama kali menetapkan undang-undang untuk rakyatnya.
  Pada masa pemerintahan Patesi Lugal Zagisi bangsa Sumeria mencapai puncak kejayaan, karena ia berhasil menaklukan daerah-daerah sekitarnya dan menyebut dirinya dengan nama Patesi Negeri Uma dan Raja Negeri Uruk.

2) Hasil Budaya
a)    Ilmu pengetahuan dan teknologi
  Mengenal tulisan sejak 3000 SM yang disebut dengan huruf paku. Di tulis pada tanah liat lunak lalu dijemur.
  Mengenal hitungan pada kelipatan 6 (sixadesimal).
  Mengenal perhitungan bahwa lingkaran dibagi 3600
  Mengenal angka.
  Bangsa pertama yang mengetahui dalam satu tahun 12 bulan, sebulan 30 hari, sehari ada 24 jam, satu jam ada 60 menit, satu menit ada 60 detik.
  Mengenal ilmu perbintangan yang erat kaitannya dengan waktu menanam
  Mahir menanam
  Membuat roda kereta dari batang pohon.  
b) Seni bangunan
  Membuat bangunan dari anyaman sejenis daun ilalang, dilapisi lumpur, lalu dikeringkan.
  Membuat bendungan untuk menampung luapan sungai Eufrat dan Tigris.
  Bangunan Makam-makam raja.
  Ziggurat, kuil pemujaan dewa.

3) Kepercayaan
Bangsa-bangsa yang pernah menduduki dan menguasai Mesopotamia menganut kepercayaan politheis.
            Dewa-dewa yang disembah oleh bangsa Sumeria :
            -Dewa Anu (dewa langit)
            -Dewa Enhil (dewa bumi)
            -Dewa Ea (dewa air)
            -Dewa Sin (dewa bulan)
            -Dewa Sammas (dewa matahari)
            -Dewa Istar (dewa perang dan asmara)
            -Dewa Tammuz (dewa pertanian)
            -Dewa Ereskigal (dewa perempuan yang menguasai maut)


b.      Babilonia
1)      Sistem pemerintahan
  Raja yang terkenal yaitu bernama Hammurabi yang menyusun undang-undang untuk keamanan dan ketentraman rakyatnya. (1792-1750)
  Pada pemerintahan Asurbanibal (Sanherib) , ia menjadikan bangsanya sebagai ahli perang.
  Raja Nebukadnezar,  mengembalikan masa kejayaan babilonia.
  Dilanjutkan oleh putranya bernama Nabonidus.
  Raja terakhir yaitu Raja Beltazer.



2) Hasil Budaya
   Kuil Marduk
   Menara Babel, menara ditengah kuil.
  Taman gantung, di bangun diatas bukit buatan. Tinggi sekitar 107 meter. Berupa podium bertingkat yang ditanami dengan pohon, rumput, dan bunga-bungaan. Ada air terjun buatan yangberasal dari air sungai yang dialirkan kepuncak bukit, lalu mengalir melalui saluran buatan

c.       Persia
1)      Pemerintahan
  Kerajaan dibagi menjadi beberapa satrap (gubernur) . Tiap satrap mengawasi 20 provinsi.
  Raja Cyrus gemar berperang dan menguasai daerah mulai dari Mesir di Afrika sampai ke daerah pebatasan India.
  Pemerintahan dilanjutkan oleh anaknya, Cambyses.
  Pada pemerintahan Darius, Persia mengalami kejayaan.
2) Hasil Budaya
  Kuil-kuil besar .
  Mengenal alfabet yang terdiri dari 39 huruf.
  Mengenal ilmu astronomi .
3) Kepercayaan
  Kepercayaan bangsa Sumeria di temukan di dalam kitab sucinya yang disebut  Awesta atau Zend Awesta. Bangsa Persia menyembah dewa-dewa.
  Kepercayaannya kemudian diperbarui Zarathustara (Zoroaster) yang menetapkan dirinya sebagai nabi. Menurut kepercayaan ini, api, tanah, dan air dianggap suci.

  

0 komentar:

Posting Komentar